KETEGAN – Pemerintah Desa Ketegan menyelenggarakan Musyawarah Desa (Musdes) rutin di Balai Desa Ketegan pada Jumat malam, 13 Februari 2026. Acara ini fokus pada penyampaian Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Desa (LPPD) dan Laporan Keterangan Penyelenggaraan Pemerintahan Desa (LKPPD) Tahun Anggaran 2025, serta sosialisasi rencana anggaran tahun 2026.
Transparansi Anggaran dan Aset Desa
Kepala Desa Ketegan, Ibu Rupa, memaparkan realisasi anggaran tahun 2025 dengan total pendapatan desa mencapai lebih dari Rp1,4 miliar. Dalam laporannya, ia menekankan bahwa seluruh program kerja telah dilaksanakan semaksimal mungkin meskipun terdapat efisiensi di beberapa sektor.
Selain anggaran, Pemdes Ketegan juga melaporkan peningkatan nilai aset desa yang kini mencapai total Rp13 miliar. Hal ini mencakup aset tanah yang seluruhnya telah bersertifikat melalui program PTSL, serta penambahan infrastruktur seperti pembangunan drainase dan pengembangan wisata desa (kolam renang).
Pengukuhan Ketua RT dan Pemilihan RW Baru
Momen penting lainnya dalam musyawarah ini adalah pengukuhan pengurus lingkungan. Kepala Desa mengapresiasi kerukunan warga dalam proses peremajaan RT yang sebagian besar terpilih kembali secara aklamasi.
Berikut adalah daftar pengurus RT yang dikukuhkan:
Dusun Ketegan (RW 01):
RT 01: Muchammad Zaini
RT 02: Abdul Latip
RT 03: Ach. Zamzami
Dusun Petahunan (RW 02):
RT 01: Syaifudin Zuhri
RT 02: M. Toyib
RT 03: M. Imron
Selain tingkat RT, Musdes malam itu juga menetapkan Ketua RW baru. Melalui proses musyawarah dan voting terbatas, terpilih:
RW 01 : H. Moh. Nidhom sebagai Ketua RW 01 Dusun Ketegan (menggantikan H. Sakdullah Imron).
RW 02 : Somad sebagai Ketua RW 02 Dusun Petahunan melalui hasil voting (menggantikan Abd. Wahab).
Harapan Tahun 2026
Pihak Kecamatan Rejoso yang hadir memberikan apresiasi kepada Desa Ketegan sebagai salah satu desa yang paling cepat menyelesaikan laporan administrasinya. Meskipun anggaran tahun 2026 diprediksi mengalami penyesuaian (efisiensi), pemerintah desa berkomitmen untuk tetap memprioritaskan layanan sosial seperti Posyandu ILP dan keberlanjutan Wisata Desa guna meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PAD) secara mandiri.
Acara ditutup dengan doa bersama dan serah terima jabatan secara simbolis dari pengurus lama kepada pengurus baru.
Tinggalkan Komentar